Rindu yang tak pernah ada ujungnya.

Sayangku, Leli Ibrahim
01 Juli 1999-09 Februari 2020.


Teruntuk yang tersayang,
Yang sudah berpulang.

Kepergiangmu bergitu cepat,
Kepergianmu membawa duka bagiku,
Kepergianmu menjadi cambukan bagiku.

Ku kira kita akan tua bersama,
Bertukar cerita perihal kehidupan dari masa ke masa,
Tertawa, menangis dan bahagia bersama,
Namun pada kenyataannya Allah jauh lebih sayang pada dirimu.

Teringat 100 hari sebelum kepergianmu, 
Ada rasa janggal saat itu,
Kau tak seceria biasanya dan kita sempat membahas tentang Kematian dan Alam kubur.
Jika aku tau itu adalah pertemuan terakhir kita di dunia,
Aku akan mengabadikan moment-moment terakhir kita,
Aku akan memelukmu seerat-eratnya,
Dan aku akan meminta maaf pula berterimakasih sedalam-dalamnya,
Tapi manusia tidak ada yang tahu..

De Leli sayaaang,
Sebentar lagi wisuda, tapi kau telah di wisuda terlebih dahulu oleh Allah :")
Terimakasih telah mengingatkanku,
Mengingatkan bahwasannya dunia ini sementara,
Mengingatkan bahwasannya maut tak pandang umur.
Maafkan aku, hingga detik ini aku masih sedih dan menangis ketika ingat dirimu
Padahal kenyataannya kau jauh lebih bahagia dan tenang disana.

Kamu masih tetap hidup De,
Di Hatiku,
Selamanyaaaaaa...


Comments

Popular posts from this blog

Puisi Akhir Tahun