Puisi Akhir Tahun

2019; aku hanya ingin mengucapkan terimakasih terhadap diriku sendiri. Terimakasih kau sudah kuat berdiri sendiri
dengan sebelah kaki
dan kau tak tahu kemana kau harus pergi
ketika kau sedang hancur dan membutuhkan sosok yg bisa menguatkan diri.

Banyak yang harus kau perbaiki
Kau hidup seperti yang tak akan mati
Terlena dengan dunia yang fana ini
Tapi aku tak ingin menjadi orang yang munafik
Meskipun sebagian orang beranggapan seperti itu, biarkan.. itu prasangka mereka.

Kurasa 2019 ini tahun paling hancur bagiku
Sangat bertubi-tubi
Dan aku bingung dengan diri sendiri
Mungkin aku belum mencintai tuhanku atau bahkan aku belum mengenal tuhanku?
Ah... Aku memang orang munafik, ditutup dengan balutan tertutup bak seolah yang suci, namun hatiku, pula perilakuku, juga tutur kataku busuk melebihi bunga bangkai. Apakah boleh aku membenci diriku sendiri?

Kurasa kau harus banyak diam
Agar orang lain tak sakit hati dengan tutur katamu
Tak sakit hati dengan perilakumu
Dan tak salah pengertian dengan ekspresi wajahmu yang kata orang aku seperti orang jahat
Mungkin aku terlalu antagonis dalam memerankan kehidupan ini.

Kurasa kau harus sering bercermin
Agak kau selalu introspeksi diri
Karena kau jauh lebih buruk dibandingkan orang yg kau anggap buruk.

Kurasa kau harus menutup matamu, telingamu juga mulutmu,
Agar kau lebih berhati-hati dalam melihat, mendengar dan berkata
Biarkan mereka berprasangka buruk tentangmu
Biarkan mereka melihat dirimu hanya dari sisi negatif
Biarkan mereka mendengar tentangmu hanya keburukan saja
Biarkan mereka membicarakan keburukanmu
Biarkan mereka beranggapan bahwa kau tak berarti di dunia ini
Biarkan.... Biarkan... Dan Biarkan
Sungguh, aku tidak peduli.

Terimakasih Tuhanku telah menghidupkanku di tahun 2019,
Terimakasih aku, kau sudah kuat bahkan terlalu kuat :")

Comments

Popular posts from this blog

Rindu yang tak pernah ada ujungnya.